• Tentang Kami
Sunday, October 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia

Anna Rizatil by Anna Rizatil
April 4, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia

Foto: Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aishaa Akma
Analis Geopolitik

Tiga puluh hari lebih telah berlalu sejak 28 Februari 2026, sejak Amerika dan Israel melancarkan serangan terbesar dalam sejarah terhadap Iran. Mereka datang dengan keyakinan bahwa perang kilat akan meruntuhkan rezim dalam hitungan hari. Jet-jet siluman F-35 menguasai langit. Kapal induk raksasa berpatroli di perairan Teluk. Rudal-rudal Tomahawk menghujani pangkalan-pangkalan militer Iran. Trump mengancam akan membawa Iran “kembali ke Zaman Batu”.

Lima minggu kemudian, realitas di lapangan berbicara lain. Iran tidak runtuh. Sebaliknya, ia telah mengubah Timur Tengah menjadi laboratorium uji coba senjata dan strategi perlawanan. Lebih dari 6.770 rudal dan drone telah diluncurkan Iran ke Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Israel. Setiap tiga jam, gelombang serangan baru melesat dari kedalaman kota-kota bawah tanah yang tak pernah ditemukan satelit CIA.

BACA JUGA

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

Ini bukan sekadar perang. Ini adalah titik balik dalam sejarah peradaban manusia. Yang dipertaruhkan bukanlah kemenangan taktis atau kerugian militer, tetapi keseluruhan arsitektur tatanan dunia yang telah dibangun Amerika selama delapan dekade.

Perang ini telah menghancurkan satu mitos fundamental yang menjadi fondasi hegemoni Amerika selama puluhan tahun: mitos kekuatan militer yang tak terbantahkan. Sistem pertahanan tercanggih seperti THAAD, Patriot, dan Aegis yang selama ini dipasarkan Washington sebagai “baju besi tak tertembus” terbukti gagal menetralisir ancaman asimetris. Rudal dan drone murah Iran berulang kali menembus perisai pertahanan termahal di dunia.

Implikasinya sangat dalam. Negara-negara yang selama ini menggantungkan keamanan mereka pada payung militer Amerika, dari negara-negara Teluk hingga sekutu NATO di Eropa, mulai mempertanyakan janji perlindungan Paman Sam. Seorang pejabat senior Pentagon terpaksa mengakui secara tertutup bahwa “efektivitas pengeluaran pertahanan Amerika kemampuannya untuk memproyeksikan pencegahan yang kredibel sedang menurun tajam”.

Di saat yang sama, kepercayaan terhadap supremasi ekonomi AS juga tergerus. Penutupan total Selat Hormuz oleh Iran jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia telah melumpuhkan rantai pasok global. Harga minyak melonjak hingga 114 dolar AS per barel. Setengah miliar barel minyak tertahan dari pasar global, memicu inflasi di seluruh dunia dan mengancam resesi.

Dunia Multipolar

Dunia sedang menyaksikan runtuhnya momen unipolar yang dimulai setelah Perang Dingin. Sebuah tatanan baru, yang telah lama diprediksi oleh para analis geopolitik, kini dengan kecepatan luar biasa mengambil bentuk nyata. Sebagaimana disampaikan Duta Besar Iran untuk Polandia, “Dunia sedang bergeser dari sistem unipolar ke tatanan baru. Dalam tatanan baru ini, Barat tidak akan lagi menjadi hegemon”.

Tanda-tandanya jelas terlihat. Sekutu-sekutu Eropa Amerika menolak bergabung dalam “koalisi yang bersedia” untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan beberapa pejabat menyebut bahwa konfrontasi itu “bukan perang kami”. Sekutu-sekutu Asia, termasuk Jepang dan Korea Selatan, mengambil sikap diam strategis. Keretakan dalam aliansi Barat ini adalah preseden berbahaya yang menunjukkan bahwa hukum internasional hanya mengikat bagi yang lemah, dan menjadi opsional bagi yang kuat.

Kekosongan kekuasaan ini tidak akan dibiarkan lama. China dan Rusia, meskipun tidak campur tangan secara militer, secara aktif mendukung Iran melalui “Axis of Evasion” sebuah jaringan rantai pasok canggih yang memasok komponen dual-use dan pengetahuan produksi untuk drone, rudal, dan bahan bakar roket. Impor minyak China dari Iran terus berlanjut, bahkan di tengah perang.

Spiritualitas Timur Melawan Hegemoni

Dalam tatanan yang baru lahir ini, Iran memposisikan diri sebagai poros utama dari apa yang disebutnya sebagai “kutub Islam”. Ali Akbar Velayati, penasihat internasional Pemimpin Tertinggi, menulis dengan yakin bahwa setelah krisis ini, dunia akan menjadi multipolar, dan Iran akan menjadi “sumbu utama dari kutub Islam”. Ini bukan sekadar klaim propaganda, tetapi proyeksi strategis yang didasarkan pada peta baru kekuatan global.

Namun di luar keseimbangan militer dan pergeseran geopolitik, ada aspek yang lebih dalam dari kekuatan Iran: legitimasi spiritual. Sementara perang di dunia Barat diperhitungkan dengan kalkulator militer dan analisis intelijen, perang di Iran adalah perjuangan eksistensial yang berakar pada keyakinan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang. Ini adalah ketahanan yang tidak bisa diukur oleh grafik Pentagon atau diredam oleh bom apa pun.

Di tengah hiruk-pikuk pertempuran, satu hal menjadi semakin jelas: bahwa peradaban yang dibangun di atas hegemoni dan paksaan sedang memasuki senjakala. Tatanan baru yang muncul akan menjadi mozaik kompleks multilateralisme dan multipolaritas, dibangun di atas kemitraan kekuatan-kekuatan baru: China, Rusia, Iran, Brasil, dan lain-lain.

Bagi Iran, masa depan tidak akan mudah. Kerusakan infrastruktur sangat besar. Perekonomian hancur akibat sanksi dan perang. Namun sejarah telah mengajarkan bahwa bangsa Persia tidak pernah benar-benar kalah. Setiap invasi, setiap tekanan, setiap kekalahan yang mereka alami telah berubah menjadi batu loncatan menuju kejayaan yang lebih besar. Di balik reruntuhan dan asap pemboman, sebuah bangsa sedang membangun kembali pondasi peradaban.

Dan bagi dunia yang terusik dari tidur panjangnya, pesan dari ujung timur sangat jelas. Tatanan global baru tidak bisa lagi didasarkan pada superioritas satu kekuatan. Di dunia baru, kekuatan tidak akan diukur dengan berapa banyak bom yang bisa dijatuhkan, tetapi dengan berapa banyak bangsa yang bersedia berdiri bersama dalam menghadapi penindasan. Kepercayaan tidak akan diperoleh melalui ancaman dan paksaan, tetapi melalui rasa hormat dan keadilan. Dan pada akhirnya, sejarah tidak akan ditulis oleh mereka yang memiliki senjata paling canggih, tetapi oleh mereka yang paling gigih bertahan. []

Tags: IranMasa Depan DuniaopiniSpiritualitas
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan
Opini

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

by SAGOE TV
October 14, 2026
Publik dalam Bayang Militerisme Urban
Opini

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

by SAGOE TV
October 5, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Hari Pancasila dan Harapan Rakyat
Opini

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

by SAGOE TV
October 1, 2026
Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK
Opini

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

by SAGOE TV
September 30, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

October 11, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 17, 2026

EDITOR'S PICK

Safrizal ZA Serahkan Bantuan Peralatan Dapur untuk 600 KK Terdampak Bencana di Bireuen

Safrizal ZA Serahkan Bantuan Peralatan Dapur untuk 600 KK Terdampak Bencana di Bireuen

March 4, 2026
Jangan Biarkan Anak Cucu Hanya Lihat Penyu di YouTube

Jangan Biarkan Anak Cucu Hanya Lihat Penyu di YouTube

February 1, 2026
Zikir dan Doa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman Warnai Peringatan 20 Tahun Damai Aceh

Zikir dan Doa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman Warnai Peringatan 20 Tahun Damai Aceh

August 15, 2025
Catatan Redaksi: Rangking Nasional Aceh Terpuruk

Catatan Redaksi: Rangking Nasional Aceh Terpuruk

March 24, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.