• Tentang Kami
Saturday, August 29, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia

Anna Rizatil by Anna Rizatil
April 4, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia

Foto: Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aishaa Akma
Analis Geopolitik

Tiga puluh hari lebih telah berlalu sejak 28 Februari 2026, sejak Amerika dan Israel melancarkan serangan terbesar dalam sejarah terhadap Iran. Mereka datang dengan keyakinan bahwa perang kilat akan meruntuhkan rezim dalam hitungan hari. Jet-jet siluman F-35 menguasai langit. Kapal induk raksasa berpatroli di perairan Teluk. Rudal-rudal Tomahawk menghujani pangkalan-pangkalan militer Iran. Trump mengancam akan membawa Iran “kembali ke Zaman Batu”.

Lima minggu kemudian, realitas di lapangan berbicara lain. Iran tidak runtuh. Sebaliknya, ia telah mengubah Timur Tengah menjadi laboratorium uji coba senjata dan strategi perlawanan. Lebih dari 6.770 rudal dan drone telah diluncurkan Iran ke Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Israel. Setiap tiga jam, gelombang serangan baru melesat dari kedalaman kota-kota bawah tanah yang tak pernah ditemukan satelit CIA.

BACA JUGA

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

Ini bukan sekadar perang. Ini adalah titik balik dalam sejarah peradaban manusia. Yang dipertaruhkan bukanlah kemenangan taktis atau kerugian militer, tetapi keseluruhan arsitektur tatanan dunia yang telah dibangun Amerika selama delapan dekade.

Perang ini telah menghancurkan satu mitos fundamental yang menjadi fondasi hegemoni Amerika selama puluhan tahun: mitos kekuatan militer yang tak terbantahkan. Sistem pertahanan tercanggih seperti THAAD, Patriot, dan Aegis yang selama ini dipasarkan Washington sebagai “baju besi tak tertembus” terbukti gagal menetralisir ancaman asimetris. Rudal dan drone murah Iran berulang kali menembus perisai pertahanan termahal di dunia.

Implikasinya sangat dalam. Negara-negara yang selama ini menggantungkan keamanan mereka pada payung militer Amerika, dari negara-negara Teluk hingga sekutu NATO di Eropa, mulai mempertanyakan janji perlindungan Paman Sam. Seorang pejabat senior Pentagon terpaksa mengakui secara tertutup bahwa “efektivitas pengeluaran pertahanan Amerika kemampuannya untuk memproyeksikan pencegahan yang kredibel sedang menurun tajam”.

Di saat yang sama, kepercayaan terhadap supremasi ekonomi AS juga tergerus. Penutupan total Selat Hormuz oleh Iran jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia telah melumpuhkan rantai pasok global. Harga minyak melonjak hingga 114 dolar AS per barel. Setengah miliar barel minyak tertahan dari pasar global, memicu inflasi di seluruh dunia dan mengancam resesi.

Dunia Multipolar

Dunia sedang menyaksikan runtuhnya momen unipolar yang dimulai setelah Perang Dingin. Sebuah tatanan baru, yang telah lama diprediksi oleh para analis geopolitik, kini dengan kecepatan luar biasa mengambil bentuk nyata. Sebagaimana disampaikan Duta Besar Iran untuk Polandia, “Dunia sedang bergeser dari sistem unipolar ke tatanan baru. Dalam tatanan baru ini, Barat tidak akan lagi menjadi hegemon”.

Tanda-tandanya jelas terlihat. Sekutu-sekutu Eropa Amerika menolak bergabung dalam “koalisi yang bersedia” untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan beberapa pejabat menyebut bahwa konfrontasi itu “bukan perang kami”. Sekutu-sekutu Asia, termasuk Jepang dan Korea Selatan, mengambil sikap diam strategis. Keretakan dalam aliansi Barat ini adalah preseden berbahaya yang menunjukkan bahwa hukum internasional hanya mengikat bagi yang lemah, dan menjadi opsional bagi yang kuat.

Kekosongan kekuasaan ini tidak akan dibiarkan lama. China dan Rusia, meskipun tidak campur tangan secara militer, secara aktif mendukung Iran melalui “Axis of Evasion” sebuah jaringan rantai pasok canggih yang memasok komponen dual-use dan pengetahuan produksi untuk drone, rudal, dan bahan bakar roket. Impor minyak China dari Iran terus berlanjut, bahkan di tengah perang.

Spiritualitas Timur Melawan Hegemoni

Dalam tatanan yang baru lahir ini, Iran memposisikan diri sebagai poros utama dari apa yang disebutnya sebagai “kutub Islam”. Ali Akbar Velayati, penasihat internasional Pemimpin Tertinggi, menulis dengan yakin bahwa setelah krisis ini, dunia akan menjadi multipolar, dan Iran akan menjadi “sumbu utama dari kutub Islam”. Ini bukan sekadar klaim propaganda, tetapi proyeksi strategis yang didasarkan pada peta baru kekuatan global.

Namun di luar keseimbangan militer dan pergeseran geopolitik, ada aspek yang lebih dalam dari kekuatan Iran: legitimasi spiritual. Sementara perang di dunia Barat diperhitungkan dengan kalkulator militer dan analisis intelijen, perang di Iran adalah perjuangan eksistensial yang berakar pada keyakinan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang. Ini adalah ketahanan yang tidak bisa diukur oleh grafik Pentagon atau diredam oleh bom apa pun.

Di tengah hiruk-pikuk pertempuran, satu hal menjadi semakin jelas: bahwa peradaban yang dibangun di atas hegemoni dan paksaan sedang memasuki senjakala. Tatanan baru yang muncul akan menjadi mozaik kompleks multilateralisme dan multipolaritas, dibangun di atas kemitraan kekuatan-kekuatan baru: China, Rusia, Iran, Brasil, dan lain-lain.

Bagi Iran, masa depan tidak akan mudah. Kerusakan infrastruktur sangat besar. Perekonomian hancur akibat sanksi dan perang. Namun sejarah telah mengajarkan bahwa bangsa Persia tidak pernah benar-benar kalah. Setiap invasi, setiap tekanan, setiap kekalahan yang mereka alami telah berubah menjadi batu loncatan menuju kejayaan yang lebih besar. Di balik reruntuhan dan asap pemboman, sebuah bangsa sedang membangun kembali pondasi peradaban.

Dan bagi dunia yang terusik dari tidur panjangnya, pesan dari ujung timur sangat jelas. Tatanan global baru tidak bisa lagi didasarkan pada superioritas satu kekuatan. Di dunia baru, kekuatan tidak akan diukur dengan berapa banyak bom yang bisa dijatuhkan, tetapi dengan berapa banyak bangsa yang bersedia berdiri bersama dalam menghadapi penindasan. Kepercayaan tidak akan diperoleh melalui ancaman dan paksaan, tetapi melalui rasa hormat dan keadilan. Dan pada akhirnya, sejarah tidak akan ditulis oleh mereka yang memiliki senjata paling canggih, tetapi oleh mereka yang paling gigih bertahan. []

Tags: IranMasa Depan DuniaopiniSpiritualitas
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Sesudah Damai, Apa Lagi Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh_Muhammad Akmal
Opini

Sesudah Damai, Apa Lagi? Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh

by SAGOE TV
August 18, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Opini

Glorifikasi Munafik Ini Dibangun dengan Sengaja: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

by SAGOE TV
August 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Tabina Tour Travel Kembali Memberangkatkan Dua Kloter Jamaah Umrah

Tabina Tour Travel Kembali Memberangkatkan Dua Kloter Jamaah Umrah

August 27, 2026
Piasan Budaya Barat Selatan Aceh 2026 Berakhir, Pesan untuk Generasi Muda: Kenali Sejarah

Piasan Budaya Barat Selatan Aceh 2026 Berakhir, Pesan untuk Generasi Muda: Kenali Sejarah

August 25, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

August 21, 2026
SPS Revival: Setelah Lima Belas Volume, Apa yang Harus Berubah?

SPS Revival: Setelah Lima Belas Volume, Apa yang Harus Berubah?

August 24, 2026
Dek Din Syamsuddin

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

August 23, 2026
MEUGOE Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

MEUGOE: Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

August 27, 2026
21 Tahun Damai Aceh, Unhan RI dan BRA Bahas Strategi Memperkuat Perdamaian

21 Tahun Damai Aceh, Unhan RI dan BRA Bahas Strategi Memperkuat Perdamaian

August 27, 2026
M. Azril Ihksan

Makna Rindu, Antara Majnun dan Hamzah Fansuri

August 26, 2026

EDITOR'S PICK

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.401 Lulusan, Tujuh di Antaranya Mahasiswa Asing

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.401 Lulusan, Tujuh di Antaranya Mahasiswa Asing

March 8, 2025
Harga Beras di Bener Meriah Melonjak, 5 Kilogram Tembus Rp350 Ribu

Harga Beras di Bener Meriah Melonjak, 5 Kilogram Tembus Rp350 Ribu

December 19, 2025
Orasi di Wisuda STKIP Kutacane, Prof Syamsul Rijal: Kampus Bukan Sekadar Tempat Cetak Ijazah

Orasi di Wisuda STKIP Kutacane, Prof Syamsul Rijal: Kampus Bukan Sekadar Tempat Cetak Ijazah

February 8, 2026
Prof Muhibbuthabry Ajak Umat Jadikan Ramadhan Momentum Peningkatan Iman

Prof Muhibbuthabry Ajak Umat Jadikan Ramadhan Momentum Peningkatan Iman

March 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.