• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hanyutnya Sekolah Kami; Pentingnya Ruang Aman untuk Anak Pasca Bencana

SAGOE TV by SAGOE TV
December 25, 2025
in Analisis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Tutkijoiden Yö (Researchers’ Night)

Satia Zen, PhD

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Satia Zen, PhD
Alumnus Universitas Tampere, Finlandia, dan Direktur Pendidikan Yayasan Sukma.

Siang itu waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 ketika kami sampai di lokasi MIN 05 Pidie Jaya yang terletak di daerah Meurah Dua. Di lokasi tersebut hanya ada sisa pagar bagian depan sekolah yang ditulis: ”disini titik lokasi MIN 05 Pidie Jaya yang amblas ke sungai.”  Namun sekolah itu sudah tidak ada lagi wujudnya. Bersama dengan 12 rumah, dua balai pengajian dan polindes, gedung MIN 05 Pidie Jaya dibawa air banjir bandang yang menyapu daerah aliran Sungai Meureudu pada akhir November 2025 lalu.

Tidak lama kemudian, ada dua orang anak lelaki yang menaiki sepeda hendak melewati kami.  Teringat dengan bungkusan snack ringan yang ada di mobil, kedua anak tersebut kami berhentikan.  ”Sebentar dek, ini ada kue sedikit.” Keduanya menghentikan sepeda dan menerima bungkusan snack dengan senang.  Lalu kami menanyakan, ”Dek, disini dulu ada sekolah ya? Adek sekolah disini?”.  ”Iya bu, disini dulu ada sekolah kami, sudah hanyut, sekarang tinggal kenangan.”  Setelah menanyakan dimana mereka mengungsi, mereka pun melanjutkan perjalanan.

BACA JUGA

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

Tiga minggu paska banjir, situasi pengungsi di Aceh masih sangat memprihatinkan, terutama kondisi anak-anak. Di tempat pengungsian, anak-anak terlihat duduk sendiri atau berkelompok. Ada yang bermain air banjir, ada yang bermain lumpur dan ada yang bermain di tumpukan baju-baju bekas yang dikirimkan namun ternyata tidak layak pakai. Jika ada relawan datang membawa bantuan makanan, mereka akan ikut mengerubung. Tidak jarang, pembagian bungkusan dari mobil yang berjalan pelan membuat anak-anak berlari-lari kecil untuk mendapatkannya.

Dalam situasi pasca bencana, fokus penanganan sering kali berkutat pada keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan pakaian; dan hal ini memang wajar. Namun ketika orang dewasa sibuk untuk mempertahankan hidup dalam kondisi darurat, kebutuhan anak-anak untuk bermain dan belajar terkadang terabaikan. Terlebih jika infrastruktur pendidikan dan sosial yang biasanya hadir memenuhi kebutuhan tersebut ikut terdampak dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Padahal kebutuhan khas anak, seperti bermain dan belajar, tidak berhenti ketika bencana datang. Justru melalui kegiatan permainan sederhana anak-anak yang terdampak bencana dapat mulai merasakan situasi normal dan mendorong pemulihan mereka. Bermain membantu anak melakukan pengaturan emosi dan berinteraksi sosial dengan positif. Kegiatan ini juga dapat membantu anak mengatasi tekanan karena mengungsi dan kehilangan tempat tinggal mereka.  Jika kebutuhan ini  tidak terpenuhi, dampak jangka panjang yang lebih serius dapat terjadi.

Saya khawatir yang hanyut bersama banjir bukan hanya bangunan sekolah. Jangan-jangan yang juga ikut hanyut dibawa air adalah hak bermain dan hak belajar anak karena ketiadaan ruang hidup anak yang seharusnya identik dengan rasa aman.  Sehingga dengan hanyutnya sekolah, rumah dan fasilitas publik, hanyut pula harapan anak-anak untuk kehidupan yang lebih baik.

Ruang aman untuk anak pasca bencana

Dalam kondisi darurat seperti ini, yang paling mungkin dilakukan adalah merancang sebuah Ruang Aman (safe space) bagi anak. Ruang aman disini bukan hanya sekedar area fisik, tapi juga waktu dan kegiatan yang dipandu oleh orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan anak-anak. Secara fisik, kegiatan ini dilakukan di area yang aman dari bencana, mudah diakses dan dapat dilihat oleh orang tua. Namun, rasa aman juga didapatkan dari relasi yang menghormati hak-hak anak serta interaksi sosial yang positif. Kegiatan yang rutin dan terstruktur di ruang aman juga membantu anak memiliki stabilitas dalam kondisi yang serba tidak pasti di pengungsian.

Sementara menunggu pemulihan infrastruktur pendidikan, ruang aman dapat berfungsi sebagai ruang belajar. Kegiatan belajar sederhana dapat mulai dilakukan setelah rasa aman dapat dirasakan oleh anak-anak.  Sekolah darurat adalah salah satu alternatif lanjutan dari ruang aman untuk pendidikan darurat. Artinya ruang aman yang juga berfungsi menjadi ruang belajar perlu menjadi bagian dari respon darurat pasca bencana.

Menurut UNICEF, idealnya dalam waktu 6 – 8 minggu pasca bencana, pendidikan darurat sudah dapat dilaksanakan di daerah terdampak agar hak belajar anak tidak terputus. Dalam kurikulum darurat yang dikeluarkan oleh Kemendikdasmen disarankan kegiatan belajar yang fokus pada kompetensi esensial seperti numerasi dan literasi dasar, kesehatan dan keselamatan diri, dan dukungan psikolosial.

Dalam implementasi Sekolah Darurat, relawan pendidikan dapat melakukan kegiatan belajar yang mengedepankan inklusivitas, fleksibilitas, kesetaraan dan relevansi dengan konteks lokal. Partisipasi dan keterlibatan komunitas menjadi penting. Orang tua dan pendidik dari komunitas perlu dijaring melalui diskusi informal dan partisipasi langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan kegiatan di sekolah darurat. Penglibatan ini dapat membantu komunitas terdampak untuk merasa berdaya Kembali. Isu pendidikan dan kesejahteraan anak memang menjadi isu bersama yang muncul pada masa pemulihan dan menumbuhkan harapan akan masa depan.

Hanyutnya sekolah bukan hanya tentang hilangnya bangunan fisik, tapi juga tentang rapuhnya pemenuhan hak anak di tengah bencana yang memiliki dampak jangka panjang. Namun dibalik kehancuran ini, kita masih punya kesempatan untuk membangun kembali—bukan hanya gedung sekolah tapi juga ruang aman yang memberi anak tempat untuk tumbuh, belajar dan bermimpi.  Untuk itu, pemulihan hak anak untuk belajar dan bermain perlu dilakukan sesegera mungkin.  Melalui pembuatan Ruang Aman yang inklusif, partisipatif dan setara, pemenuhan hak-hak tersebut dapat segera diakukan. Semoga hanyutnya bangunan sekolah secara fisik pasca banjir di Aceh, tidak menggadaikan masa depan anak-anak di daerah tersebut. []

Tags: acehbencanaBencana Aceh SumatraPhDPidie JayaSatia Zensave play areaSekolahSekolah Hanyut
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Sulaiman Tripa
Analisis

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

by Anna Rizatil
February 2, 2026
Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala
Analisis

Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas
Analisis

Sabar Bukan Diam: Refleksi Etika dan Kebijakan dalam Penanggulangan Bencana Aceh

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan
Analisis

Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026

EDITOR'S PICK

Hukuman Cambuk bagi Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh

Hukuman Cambuk bagi Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh

February 27, 2025
Gubernur Aceh Pantau Bongkar Muat Bantuan dari KRI Teluk Gilimanuk di Krueng Geukueh

Gubernur Aceh Mualem Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 25 Desember 2025

December 10, 2025
Diserahkan Muzakir Manaf, Rektor UIN Ar-Raniry Terima Penghargaan Lencana Pancawarsa

Diserahkan Muzakir Manaf, Rektor UIN Ar-Raniry Terima Penghargaan Lencana Pancawarsa

December 16, 2024
Wagub Aceh Salurkan Bantuan Logistik ke Pidie dan Bireuen, Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Wagub Aceh Salurkan Bantuan Logistik ke Pidie dan Bireuen, Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

November 19, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.