• Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

Anna Rizatil by Anna Rizatil
March 9, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh. Foto: Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risnawati Ridwan
ASN pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Namanya Faris, usianya 11 tahun. Masih bersekolah di madrasah ibtidaiyah kelas 5. Ramadhan tahun ini menjadi ramadhan yang spesial. Pertama kalinya Faris mengikuti kegiatan Daurah Ramadhan dalam program karantina selama 20 hari. Daurah ramadhan yang diikuti merupakan program tahunan yang dilaksanakan dan berpusat di Mesjid Jamik Darussalam.

Program karantina itu sendiri merupakan salah satu program tahfidz dalam kegiatan Daurah Al-Quran RDK 1447 H/2026 dan bagi peserta diharuskan untuk menetap tinggal dalam lingkungan masjid. Sedangkan program lainnya adalah non karantina yang mengikuti kegiatan pembelajaran tahfidz hanya datang sebelum sesinya dan kemudian bisa pulang. Adapun bagi peserta program karantina, peserta melakukan aktivitas di lingkungan masjid selama 24 jam selama 20 hari.

BACA JUGA

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

Bagi Faris, keikutsertaannya dalam program karantina berawal dari ajakan sepupunya. Kebetulan sepupunya telah berpengalaman ikut program karantina di tempat yang sama pada tahun yang lalu. Dengan arahan dan segala pertimbangan akhirnya Faris mengikuti kegiatan tersebut walaupun dengan perasaan khawatir dan deg degan.

Salah satu pertimbangan yang diungkapkan anak-anak ini adalah bahwa karantina sebagai latihan mereka sebelum mereka melanjutkan pendidikan di pondok pesantrean saat tamat dari sekolah dasar. Keinginan melatih diri ini merupakan kunci awal bagi orang tua bahwa si anak telah mulai belajar menguatkan mental dalam menghadapi masa depannya.

Belajar di pondok pesantren merupakan ujian bagi anak dan orang tua. Persiapan mental ini lah yang patut ditiru. Mengikuti kegiatan daurah program karantina dapat menjadi latihan sebelum masuk ke pondok secara definitif. Dengan kata lain, karantina selama dua puluh hari akan mengajarkan si anak dan orang tua sebelum memasuki masa sekolah berasrama seperti pesantren.

Beberapa hal yang dapat dipelajari oleh anak-anak dan orang tuanya selama masa karantina:

Baca Juga:  Lapor SPT Pajak Kini Bisa di Warung Kopi, KPP Pratama Banda Aceh Hadirkan Pojok Pajak

Pertama, kesiapan mental berpisah sementara waktu dengan tujuan menuntut ilmu. Berpisah dengan keluarga itu sangat menyulitkan. Apalagi bagi anak-anak yang terbiasa dengan keluarga lengkap. Bagi orang tua masalah berpisah ini biasanya menjadi tantangan tersendiri bagi ibunya. Mempersiapkan mental untuk berpisah dalam kegiatan sehari-hari mungkin tidak menjadi masalah karena pada malam harinya akan kembali bersama bernaung dalam atap yang sama. Dengan mengikuti kegiatan karantina, otomatis anak dan orang tua akan berpisah dalam jangka waktu tertentu.

Berpisah tidur selama proses karantina juga melatih mindset bagi orang tua dan anaknya bahwa perpisahan ini hanya bersifat sementara. Seperti pepatah orang tua mengatakan, “Selalu ada yang pertama untuk smeua hal” dapat menjadi acuan bahwa momen pertama berpisah pertama kali akan menjadi sulit. Namun perpisahan berikutnya tidaklah lebih sulit daripada yang pertama.

Kedua, momen karantina yang dapat menjadi momen pembelajaran bagi si anak tentang bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan menjaga barang-barang pribadi. Tidak jarang kita dengar bahwa anak-anak di pondok pesantren selalu kehilangan barang-barang pribadinya. Tentu saja penyebabnya banyak, ada yang memang di ghasab atau dicuri, ada juga disebabkan keteledoran si anak sehingga barang-barang pribadinya tidak ditemukan.

Selama karantina, anak-anak harus menjaga barang pribadinya sendiri. Namun berbeda dengan kondisi di pondok, barang-barang selama karantina lebih sedikit daripada saat masuk ke pondok. Menjaga barang ini tentu saja lebih mudah dilakukan. Namun melatih untuk menjaga barang-barang ini, orang tua harus berperan penuh memberikan arahan dan petunjuk agar anak mengerti apa yang harus dilakukannya. Bahkan dalam momen ini juga, anak akan belajar tentang menggunakan barang pribadi secara elok, seperti memakai pakaian, mengerti pakaian yang bagaimana digunakan untuk mengaji dan pakaian bagaimana digunakan untuk istirahat. Sedangkan saat dirumah ada orang tua yang memberikan arahan langsung.

Baca Juga:  Rektor UIN Ar-Raniry Apresiasi Kemenag Benahi Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Agama

Ketiga, merupakan pembelajaran yang terakhir, belajar ikhlas dengan kesusahan selama berjauhan dengan rumah dan orang tua. Kedua belah pihak belajar hal ini dan karantina merupakan waktu yang tepat untuk melatih keihklasan ini. Dengan menelusuri niat dan keinginan masuk pondok maka jalan berlatih menuju ikhlas tentu saja lebih mudah. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa mengikuti karantina hanyalah 1% dari waktu jika ananda masuk ke pondok. Tetapi membutuhkan effort yang sama menuju keihklasan. Atas nama menuntut ilmu, ikhlas adalah kunci agar keberkahan ilmu dapat diperoleh.

Program karantina dan belajar di pondok pesnatren adalah sama-sama dalam rangka menuntut ilmu. Sedangkan niat menuntut ilmu adalah niat yang tinggi. Seperti hadist nabi, “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga” (HR. Muslim). Selain itu, orang berilmu diangkat derajatnya oleh Allah dan keutamaannya seperti bulan purnama dibandingkan bintang-bintang.[]

Tags: KarantinaMakin Tahu IndonesiaopiniPesantrenRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?
Opini

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

by Anna Rizatil
April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh
Opini

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

by SAGOE TV
April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan
Opini

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

by Anna Rizatil
April 25, 2026
Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan
Opini

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global
Opini

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

by Anna Rizatil
April 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

April 24, 2026
Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

April 25, 2026
Mualem Pimpin Rapat Validasi Data JKA, Fokus Perbaiki Akses Layanan Kesehatan Aceh

Mualem Pimpin Rapat Validasi Data JKA, Fokus Perbaiki Akses Layanan Kesehatan Aceh

April 24, 2026
Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Bagaimana KUA Darul Makmur Akhirnya Berdiri Kisah Yusni dan Peran Warga yang Menginspirasi

Bagaimana KUA Darul Makmur Akhirnya Berdiri? Kisah Yusni dan Peran Warga yang Menginspirasi

April 24, 2026

EDITOR'S PICK

Pemerintah Terbitkan Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pemerintah Terbitkan Perpres Cadangan Penyangga Energi

September 6, 2024
Menteri Basuki Tinjau Kesiapan Fasilitas PON XXI di Banda Aceh

Menteri Basuki Tinjau Kesiapan Fasilitas PON XXI di Banda Aceh

August 20, 2024
Presiden Prabowo Pantau Pembangunan Jembatan Darurat, Temui Pengungsi Bireuen yang Terdampak Banjir

Presiden Prabowo Pantau Pembangunan Jembatan Darurat, Temui Pengungsi Bireuen yang Terdampak Banjir

December 7, 2025
Mendagri Tito Turun ke Lokasi Banjir di Aceh Tamiang, Buka Puasa hingga Tarawih Bersama Warga

Mendagri Tito Turun ke Lokasi Banjir di Aceh Tamiang, Buka Puasa hingga Tarawih Bersama Warga

February 20, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.