• Tentang Kami
Wednesday, September 23, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Alam Peudeung: Simbol Kedaulatan dan Marwah Aceh yang Tak Lekang Zaman

SAGOE TV by SAGOE TV
June 23, 2026
in Podcast
Reading Time: 2 mins read
A A
0
M Adli Abdullah

M Adli Abdullah. Foto: dok. Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

BACA JUGA

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

BANDA ACEH | SAGOETV –  Di antara berbagai warisan sejarah yang dimiliki Aceh, Alam Peudeung menempati posisi yang sangat istimewa. Bagi sebagian orang, ia mungkin hanya tampak sebagai selembar bendera merah dengan simbol pedang, bulan sabit, dan bintang. Namun bagi masyarakat Aceh, Alam Peudeung jauh lebih dari itu: ia adalah representasi identitas, kedaulatan, dan marwah yang diwariskan sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam.

Alam Peudeung bukan sekadar simbol masa lalu. Ia merekam perjalanan panjang Aceh sebagai sebuah bangsa yang pernah berdiri tegak sebagai kekuatan penting di kawasan Asia Tenggara. Warna merah yang menyala dan lambang pedang yang melintang mengandung pesan keberanian, kehormatan, serta tekad untuk menjaga jati diri.

Secara etimologis, kata alam berasal dari bahasa Arab yang berarti bendera atau panji, sementara peudeung dalam bahasa Aceh berarti pedang. Perpaduan keduanya melahirkan simbol yang tidak hanya merepresentasikan kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan moral dan spiritual rakyat Aceh.

Warna merah pada Alam Peudeung melambangkan keberanian dan semangat juang yang tak pernah padam. Pedang menjadi simbol kesiapan mempertahankan kehormatan dan kedaulatan. Sedangkan bulan sabit dan bintang menegaskan eratnya hubungan identitas Aceh dengan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi kehidupan masyarakatnya.

Dalam perspektif sejarah, Alam Peudeung juga memiliki keterkaitan erat dengan hubungan diplomatik antara Kesultanan Aceh dan Kesultanan Utsmaniyah pada abad ke-16. Pada masa itu, Aceh menjalin kerja sama strategis dengan Turki Utsmani untuk menghadapi ancaman Portugis di Selat Malaka. Hubungan tersebut membawa dukungan teknologi militer, persenjataan, hingga legitimasi politik yang memperkuat posisi Aceh di panggung internasional.

Dengan demikian, Alam Peudeung tidak hanya menjadi simbol lokal, tetapi juga bukti bahwa Aceh pernah menjadi bagian penting dalam jaringan geopolitik dunia Islam. Simbol ini menyimpan memori kolektif tentang bagaimana Aceh membangun relasi internasional, mempertahankan kedaulatan, dan memainkan peran strategis dalam percaturan global.

Dalam podcast Sagoe TV, akademisi dan pakar adat Aceh, M. Adli Abdullah menjelaskan bahwa Alam Peudeung dapat dipahami melalui tiga pilar utama.

“Pertama adalah pilar kedaulatan, yang menunjukkan eksistensi dan kekuatan politik Aceh sebagai entitas yang merdeka. Kedua, pilar legitimasi, yang menggambarkan keberadaan struktur kekuasaan yang sah dan diakui. Ketiga adalah pilar marwah, yakni kehormatan, harga diri, dan identitas kolektif masyarakat Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, ketiga pilar itu menjadikan Alam Peudeung lebih dari sekadar artefak sejarah. Ia terus hidup dalam kesadaran masyarakat Aceh, menghubungkan masa lalu dengan masa kini, sekaligus menjadi inspirasi untuk masa depan.

Di era modern, nilai-nilai Alam Peudeung tidak lagi diwujudkan dalam bentuk peperangan atau ekspansi kekuasaan. Semangat itu kini dapat diterjemahkan melalui kepemimpinan yang berintegritas, penguatan identitas budaya, pembangunan pendidikan, serta keberanian menghadapi tantangan global tanpa kehilangan akar lokal.

“Generasi muda harus meneruskan semangat Alam Peudeung ini dengan menjadikannya sebagai manifesto perjuangan di berbagai bidang, terutama ekonomi. Belajarlah dari masa lalu, lalu terapkan secara global dengan tetap menjaga nilai-nilai lokal,” kata Adli.

Alam Peudeung pada akhirnya bukan hanya lambang kejayaan Kesultanan Aceh di masa silam, tetapi juga pengingat bahwa marwah, kedaulatan, dan legitimasi harus terus dijaga oleh generasi Aceh hari ini. Sebab sebuah bangsa akan tetap kuat selama mampu menjaga identitas, kehormatan, dan nilai-nilai yang menjadi fondasi keberadaannya.

Tags: AcehAlam PeudeungIndonesiaMakin Tahu IndonesiaMarwah AcehpodcastsejarahSimbol Kedaulatan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia
Podcast

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

by SAGOE TV
August 3, 2026
Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri
Podcast

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

by SAGOE TV
June 30, 2026
Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan Pageu Gampong dan Benteng Keluarga
Podcast

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga

by SAGOE TV
June 30, 2026
Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh
Podcast

Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh

by SAGOE TV
June 30, 2026
Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data
Podcast

Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data

by SAGOE TV
June 26, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

3 Santriwati Insan Qurani Bawa Aceh Juara 1 Fahmil Qur’an MTQ Nasional 2026

3 Santriwati Insan Qurani Bawa Aceh Juara 1 Fahmil Qur’an MTQ Nasional 2026

September 18, 2026
Ratusan Warga Aceh Besar Antusias Berobat Gigi Gratis di Aksi Kaninus 16 FKG USK

Ratusan Warga Aceh Besar Antusias Berobat Gigi Gratis di Aksi Kaninus 16 FKG USK

September 19, 2026
UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

September 22, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Tol Sibanceh 74 Km Segera Tersambung Penuh, Ruas Padang Tiji-Seulimeum Masuk Tahap Akhir

September 17, 2026
AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

September 17, 2026
Warga Abdya di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang Kumpul di Maulid Akbar, Perkuat Silaturahmi

Warga Abdya di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang Kumpul di Maulid Akbar, Perkuat Silaturahmi

September 20, 2026
Menteri ESDM Setujui Kerja Sama Sumur Minyak Masyarakat di Aceh Timur dan Aceh Utara

Menteri ESDM Setujui Kerja Sama Sumur Minyak Masyarakat di Aceh Timur dan Aceh Utara

September 20, 2026
Syariat Islam Aceh Dibahas di Australia, Reza Idria Jadi Pembicara Indonesia Update 2026

Syariat Islam Aceh Dibahas di Australia, Reza Idria Jadi Pembicara Indonesia Update 2026

September 18, 2026
Baitul Mal Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

Baitul Mal Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

September 17, 2026

EDITOR'S PICK

Prajurit Yonif 115 Bersihkan Lumpur Pascabanjir di Kantor MPD Aceh Tamiang

Prajurit Yonif 115 Bersihkan Lumpur Pascabanjir di Kantor MPD Aceh Tamiang

January 19, 2026
Bantuan Alsintan dari Kementan Disalurkan untuk Petani 3 Kabupaten di Aceh

Bantuan Alsintan dari Kementan Disalurkan untuk Petani 3 Kabupaten di Aceh

July 29, 2025
Diskusi Sastra: Novel Paya Nie Tampilkan Ketangguhan Perempuan Aceh di Masa Konflik

Diskusi Sastra: Novel Paya Nie Tampilkan Ketangguhan Perempuan Aceh di Masa Konflik

September 15, 2025
Ini Rincian Rp19,3 Miliar Bantuan Kemenag untuk Aceh Selama Tanggap Darurat

Ini Rincian Rp19,3 Miliar Bantuan Kemenag untuk Aceh Selama Tanggap Darurat

February 16, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.