BANDA ACEH | SAGOE TV – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui inovasi DIABETEA Strip, tim mahasiswa FK USK berhasil meraih tiga penghargaan pada Lomba Esai Tingkat Nasional (LETIN) 8 yang digelar di Universitas Andalas, Padang, 11-12 Juli 2026.
Tim mahasiswa FK USK tersebut memboyong Silver Medal Bidang Kesehatan, Favorite Poster Bidang Kesehatan, dan The Most Favorite Poster untuk seluruh kategori kompetisi.
Tim yang diketuai oleh Muhammad Rasyid Ridha dengan anggota Lucky Nadia, di bawah bimbingan Dr. apt. Suryawati, M.Sc., mengusung inovasi berjudul “DIABETEA Strip: Inovasi Oral Dissolving Film Berbasis Ekstrak Daun Jambu Biji sebagai Strategi Preventif Pengendalian Lonjakan Glukosa Postprandial pada Populasi Pradiabetes.”
Ketua tim, Muhammad Rasyid Ridha, menjelaskan bahwa DIABETEA Strip dirancang sebagai solusi praktis bagi masyarakat untuk mengelola kadar gula darah.
“DIABETEA Strip adalah inovasi oral dissolving film atau strip tipis yang bisa langsung larut di rongga mulut tanpa perlu air. Kami ingin masyarakat, khususnya kelompok pradiabetes, memiliki cara yang jauh lebih praktis dan efektif untuk mengendalikan lonjakan glukosa setelah makan,” ujar Rasyid dalam keterangannya, Senin, 13 Juli 2026.
Inovasi ini memanfaatkan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) yang kaya akan senyawa flavonoid, tanin, dan quercetin. Senyawa tersebut terbukti mampu menghambat enzim α-glukosidase, sehingga proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dalam tubuh dapat diperlambat.
Dosen pembimbing tim, Dr. apt. Suryawati, M.Sc., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa di ajang nasional ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya semangat riset dan inovasi yang lebih luas di lingkungan kampus.
“Kami sangat bangga dengan kerja keras tim. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FK USK tidak hanya mampu secara akademis, tetapi juga kreatif dalam mengonversi bahan alam lokal menjadi solusi kesehatan berbasis bukti ilmiah yang aplikatif bagi masyarakat luas,” ujar Suryawati.




















