• Tentang Kami
Tuesday, May 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Siem Reap Kota Para Turis dan Pengetahuan

SAGOE TV by SAGOE TV
November 28, 2022
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Siem Reap Kota Para Turis dan Pengetahuan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Juanda Djamal
Penulis di Konsorsium Aceh Baru

Siem Reap adalah sebuah provinsi di Kamboja, berpenduduk sebanyak 189.292 jiwa dan luas wilayah yang mencapai 10.299 km2, menjadikan dirinya sebagai salah satu kota tujuan turis dunia. Sebelum Covid 19, jumlah pengunjung wisatwawan yang masuk lewat Siem Reap mencapai 2 juta orang per tahun.

Kamboja merupakan negara yang memiliki sejarah Panjang, Nama Kamboja diambil dari bahasa kesenian Hindu kuno atau Sansekerta Kampuchea atau Kamboja berarti tanah kedamaian dan kemakmuran. Namun, perjalanan sejarah yang penuh kegelapan sehingga dijuluki sebagai hell on earth karena pernah mengalami perang saudara dengan terbunuhnya masyarakat sampai 2 juta jiwa. Kondisi demikian, menciptakan pengalaman pahit yang menjadi pembelajaran di masa kini.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Pengalaman perang saudara menjadi semangat rakyatnya agar mewujudkan kembali Kamboja sebagai negara Kampuchea – perdamaian/kemakmuran
Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Siem Reap pada 22-25 November 2022. Saya diundang oleh Center for Peace and Conflict studies (CPCS) menghadiri Peace Practitioners Research Conference (PPRC) yang ke-11.

Bagi saya, konferensi ini menjadi forum ini menjadi salah satu kesempatan agar Aceh terus berinteraksi dengan dunia global utamanya dari pembelajaran proses peace building di Aceh. Saat ini, Aceh sudah 17 tahun penandatanganan Perdamaian (15 Agustus 2005 – 15 Agustus 2022), tentunya banyak hal yang sudah kita lakukan namun masih ada beberapa kelemahan yang mesti diperbaiki guna memastikan Perdamaian Aceh mencegah tidak berulang dan menggunakan kesempatan damai untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat Aceh secara budaya, ekonomi dan politik.
Kegemilangan Siem Reap paska Covid-19

Selama empat hari tinggal dikota Siem Reap, saya belajar banyak atas transformasi kota Siem Reap, kota yang dijuluki sebagai kota “kekalahan Siam” namun disisi lain juga dijuluki sebagai kemajuan Siam karena Siem Reap menjadi jalur perlintasan Kamboja Kuno ke Siam.

Baca Juga:  Urgensi Optimalisasi Tata Kelola Wakaf Aceh

Sebagai pengetahuan kita, awal perubahan kembali yaitu 1901, saat itu Ecole Francaise d’Extreme Orient (EFEO) memulai keterkaitannya dengan Angkor. Angkor merupakan ibukota kerajaan Khmer (804-1431), runtuh karena penyerangan oleh kerajaan Ayuthaya (Siam/Thailand sekarang). Jadi, EFEO mendanai ekspedisi memasuki Siam dan Bayon, sehingga pada 1907 Angkor yang telah direbut dari Siam dengan paksa, dikembalikan kepada Khmer (Kamboja). Tahun 1907 pula, sebanyak 200 wisatawan berkunjung pertama sekali dan tinggal selama tiga bulan.

Namun, Siem Reap mulai berkembang dan menerima wisatwan pertama setelah dibangunnya Grans d’Angkor Hotel tahun 1929 sampai 1960-an. Ramai pesohor dunia yang berkunjung ke Siem Reap sebelum era genosida berlangsung. Namun setelah itu kembali mengalami kemunduran karena pengaruh kebijakan kepemimpinan Khmer Merah sehingga menjadi bagian dari genosida.

Saya sendiri, terakhir berkunjung kekota ini sudah lima kali, terakhir pada awal Desember 2019 sebelum Covid-19. Saat itu saya melihat perkembangan kota Siem Reap dalam memberikan pelayanan bagi para pengunjung sudah prima meskipun ketersediaan infrastruktur seperti jalan, tata ruang bangunan, kebersihan dan layanan transportasi masih kurang.

Jadi, kunjungan kali ini menunjukkan kekaguman yang luar biasa pada saya, begitu keluar dari Siem Reap-Angkor Airport, staf CPCS sudah menunggu dengan sign-board atas nama Juanda Djamal-Aceh ditangannya. Suasana Tourism City langsung terasa, saya dijemput dengan Tuk-Tuk (Becak) dan saat menuju jalan utama, saya melihat jalan utama yang sangat lebar dan suasana jalan benar-benar hidup.

Menurut Staf CPCS, jalan ini dan beberapa jalan lainnya dibangun saat Covid melanda, jadi pemerintah Kamboja mengambil langkah strategis menghadapi masa pemulihan paska Covid-19. Ternyata, beberapa kawasan lainnya menunjukkan perubahan yang luar biasa, terutama tata ruang bangunan dan kebersihannya. Saya ingat karena pada kunjungan terakhir saya, setiap pagi selalu lari pagi dikawasan tersebut dan masih terasa kumuhnya, namun akhir 2022 begitu bersihnya dan menyamai kota-kota kunjungan di Eropa.

Baca Juga:  Masa Depan Industri Aceh: Peluang, Tantangan dan Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi

Otak saya berujar, begitu siapnya pemerintah Kamboja memulihkan diri dari pandemic Covid-19, sedangkan pemerintah Aceh dan Kabupaten/kota di Aceh mengeluh ketiadaan anggaran dan defisit anggaran pembangunan, namun ironisnya Silpa APBA tinggi.
Saat konferensi berlangsung, meskipun tema utamanya “Mobilising For Peace : Peoples Movements and Momentum in 2022”, namun saya penasaran dengan kebijakan pemerintah Kamboja dan terutama pemerintah provinsi Siem Reap. Mereka menjadikan Covid-19 sebagai batu loncatan untuk menumbuhkan ekonomi paska wabah. Tentunya mereka melihat a brightness achievement atau dalam pandangan masyarakat muslim adalah mengambil “Hikmah atas Musibah”

Master Plan pemulihan pariwisata.
Pemerintah provinsi Siem reap mengambil langkah strategis dengan memperkuat perencanaan Jangka Panjang dan Menengah yang sudah disiapkan mereka sejak tahun 2006-2020. Sehingga saat Covid-19 melanda diawal tahun 2020, maka tahun 2021 mereka menyesuaikan perencanaannya yang menjadikan Pariwisata sebagai isu strategis di provinsi Siem reap. Jadi, pemerintah ingin cepat memulihkan keadaan ekonomi mereka melalui sektor Pariwisata. Targetnya, jumlah turis dapat melampaui 6.6 juta turis sebagaimana sebelum Covid-19. Siem Reap saja sudah tercatat lebih dari 500.000 turis yang sudah berkunjung dan target mencapai 1 juta turis diakhir 2022.

Dalam Master plan memuat enam langkah strategis, antara lain : (1) Mempromosikan pariwisata pada pasar global, (2) Meningkatkan manfaat bagi masyarakat dari pariwisata, (3) Mengembangkan kota yang lebih atraktif bagi turis dan masyarakat, (4) Mengembangkan Kota yang lebih berkelanjutan secara lingkungan, (5) memperkuat Infrastruktur untuk masyarakat dan turis, dan (6) Memperkuat Administrasi dan Keuangan.
Maka, enam langkah diatas menciptakan multi-player affect yang mempercepat pemulihan paska Covid-19 dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

“Dikerjakan proyek 38 infrastruktur jalan di Siem Reap, terima kasih atas dana khusus pemerintah Kamboja sekitar USD150 juta, adalah investasi yang tepat berdasarkan visi jangka Panjang mempromosikan dan memulihkan sector pariwisata di Siem reap,” jelas gubernur provinsi Siem Reap Tea Seiha, juga sangat percaya diri bahwa master plan akan membantu mereka kembali seperti sebelum Covid-19.

Baca Juga:  Aswaja vs Salafi: Membangun Harmoni dengan Saling Menghargai

Atas pembelajaran diatas, saya mengembalikannya dalam konteks Aceh, dimana Aceh memiliki momentum Tsunami yang diikuti dengan Rahabilitasi dan Rekonstruksi sehingga dalam lima tahun pembangunan Aceh dapat mencapai kemajuan lebih cepat 50 tahun. Begitu pula, momentum perjanjian perdamaian 15 Agustus 2005 dan Pengesahan UU No.11/2006 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Aceh, seyogianya dapat menjadi momentum untuk membangun perubahan politik “anti-tesis politik nasional” kearah perubahan ekonomi dan budaya, maka dapat kita pastikan kemajuan Aceh dalam 17 tahun telah melampaui kemajuan nasional.

Namun, kita menghadapi atmosfir politik yang terjebak dalam pusaran arus politik nasional, sehingga transformasi kepemimpinan politik kita tersumbat oleh ketidakmampuan kita merawat dan mengemas cita-cita perjuangan politik Aceh menuju Kesejahteraan dan Kemakmuran. Untuk mengembalikan arah perjuangan Aceh, maka perlu kita refleksikan sikap, perilaku dan kelakukan politik kita dalam 17 tahun terakhir. Kita pernah di era kegelapan dan kegemilangan, akankah keduanya menjadi pembelajaran bagi kita mengembalikan kemajuan aceh di masa depan.

Sepatutnya kita mengambil hikmah atas perjalanan sejarah kita sebagaimana masyarakat Siem Reap mengambil hikmah atas pengalamannya yang penuh kegelapan, sehingga hari ini mereka sedang bekerja mengembalikan Siem Reap sebagai kota Kunjungan dan Perlintasan masyarakat dunia.

Tags: acehparawisataPengetahuanSiem Reapturis
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Muna Madrah_Menulis Cepat Berpikir Dangkal

Menulis Cepat, Berpikir Dangkal?

May 14, 2026
Pergub JKA Dicabut, Mualem Pastikan Semua Rakyat Aceh Bisa Berobat Seperti Biasa

Pergub JKA Dicabut, Mualem Pastikan Semua Rakyat Aceh Bisa Berobat Seperti Biasa

May 18, 2026
Menggunting dalam Lipatan

Menggunting dalam Lipatan

May 16, 2026
Daftar 4 Wakil Rektor Baru USK 2026-2031, Rina Suryani Pecahkan Rekor Sejarah Kampus

Daftar 4 Wakil Rektor Baru USK 2026-2031, Rina Suryani Pecahkan Rekor Sejarah Kampus

May 14, 2026
Seminar dan Raker HMPS KPI UIN Ar-Raniry Hadirkan Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar

Seminar dan Raker HMP KPI UIN Ar-Raniry Hadirkan Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar

May 14, 2026
KKJ Aceh Resmi Dibentuk

KKJ Aceh Kutuk Kekerasan terhadap Jurnalis saat Meliput Aksi Penolakan Pergub JKA

May 14, 2026
Kuah Beulangong Khas Aceh Jadi Menu Andalan di Lampoh Kemang Jakarta

Kuah Beulangong Khas Aceh Jadi Menu Andalan di Lampoh Kemang Jakarta

May 13, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Beasiswa BIB Antar Putra Laweung Raih Gelar Doktor Pengkajian Islam di UIN Jakarta

Beasiswa BIB Antar Putra Laweung Raih Gelar Doktor Pengkajian Islam di UIN Jakarta

May 13, 2026

EDITOR'S PICK

Sambut Libur Iduladha, Museum Tsunami Aceh Siapkan Pameran Kebencanaan

Sambut Libur Iduladha, Museum Tsunami Aceh Siapkan Pameran Kebencanaan

May 7, 2026
Pekan Kebudayaan Aceh Barat 2025 Resmi Dibuka Wagub Fadhlullah, Meriahkan HUT ke-437 Meulaboh

Pekan Kebudayaan Aceh Barat 2025 Resmi Dibuka Wagub Fadhlullah, Meriahkan HUT ke-437 Meulaboh

November 1, 2025
Wali Nanggroe Menjaga Marwah Adat, Merawat Masa Depan Budaya Aceh

Wali Nanggroe (Bagian I): Menjaga Marwah Adat, Merawat Masa Depan Budaya Aceh

July 2, 2025
Harga Tiket Persiraja vs Garudayaksa FC Resmi Dirilis, Mulai Rp30 Ribu

Persiraja vs Persekat: Laskar Rencong Uji Ketangguhan di Kandang Sendiri

November 1, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.