• Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran

SAGOE TV by SAGOE TV
April 5, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran

Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aishaa Akma
Analis Geopolitik 

“Kita akan mengembalikan Iran ke zaman batu.” Kalimat itu keluar dari mulut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai ancaman.

Ia bermaksud menghina, merendahkan, dan menakut-nakuti bangsa Persia. Ia ingin mengatakan bahwa Iran adalah negara primitif yang pantas dihancurkan hingga ke akar-akarnya, dikembalikan ke masa sebelum peradaban.

BACA JUGA

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

Tapi seperti kebanyakan hal yang keluar dari mulut Trump, ia tidak tahu apa yang ia katakan. Ia lupa atau mungkin tidak pernah tahu bahwa di zaman batu yang ia maksud sebagai simbol kemunduran itu, Kekuasaan Persia justru berada di puncak kejayaan dunia. Sementara Amerika Serikat belum ada, dan nenek moyangnya sendiri masih hidup di gua-gua Eropa, belum mengenal api, apalagi toilet.

Ironi ini bukan sekadar permainan kata. Ini adalah fakta sejarah yang menghancurkan seluruh logika ancaman Trump. Mari kita telusuri bersama.

Apa yang dimaksud dengan “zaman batu“? Dalam arkeologi, zaman batu adalah periode prasejarah ketika manusia masih menggunakan alat-alat dari batu. Namun peradaban manusia tidak berkembang secara linier di seluruh dunia. Ketika Eropa masih diliputi hutan belantara dan penduduknya hidup berburu meramu, di dataran tinggi Iran, peradaban telah mulai tumbuh.

Peradaban Elam, yang berpusat di Susa (barat daya Iran saat ini), sudah berdiri sejak sekitar 2700 SM—lebih dari 4.700 tahun yang lalu. Mereka memiliki sistem tulisan, arsitektur monumental, dan struktur pemerintahan yang rumit. Sementara itu, di Eropa, nenek moyang orang-orang yang kelak menjadi “Amerika” masih hidup dalam suku-suku kecil, belum mengenal pertanian, dan belum membangun kota.

Baca Juga:  AJI Desak Pengusutan Tuntas Teror terhadap Penulis Opini di Detikcom

Jika Trump ingin “mengembalikan Iran ke zaman batu”, ia mungkin harus kembali ke periode 10.000 SM. Tapi ironisnya, pada masa itu, wilayah yang kini disebut Iran telah dihuni oleh manusia modern yang mulai mengembangkan domestikasi hewan dan pertanian awal sementara benua Amerika masih dihubungkan oleh jembatan darat Bering, tempat manusia pertama kali masuk dari Asia. Artinya, “orang Amerika” pertama justru berasal dari Asia termasuk dari wilayah Persia Raya yang bermigrasi ribuan tahun kemudian.

Puncak Kejayaan Persia: Ketika Amerika Masih Mimpi
Mari kita lompat ke masa ketika peradaban Persia mencapai puncaknya. Kekaisaran Akhemeniyah (550–330 SM) adalah kekaisaran terbesar yang pernah ada pada masanya, membentang dari India hingga Eropa. Raja Koresh Agung mengeluarkan piagam hak asasi manusia pertama yang dikenal dalam sejarah (Silinder Koresh). Bangsa Persia membangun jalan raya kerajaan, sistem pos, mata uang standar, dan administrasi provinsi yang canggih.

Pada masa itu, di seberang lautan, benua Amerika masih dihuni oleh suku-suku Paleo-Indian yang hidup berburu mammoth dan menggunakan alat-alat batu. Mereka belum mengenal roda, belum memiliki tulisan, dan belum membangun peradaban kota. Sedangkan Persia telah memiliki istana megah di Persepolis, taman-taman gantung, dan sistem irigasi yang mengagumkan.

Jika Trump mengatakan “zaman batu” sebagai simbol keterbelakangan, ia secara tidak sadar sedang menggambarkan kondisi nenek moyangnya sendiri pada saat Persia jaya. Ironi yang luar biasa.

Silsilah keluarga Trump berasal dari Jerman dan Skotlandia. Pada masa kejayaan Persia (sekitar 500 SM), wilayah Jerman dan Skotlandia masih dihuni oleh suku-suku Jermanik dan Keltik yang hidup dalam masyarakat kesukuan, belum mengenal tulisan, dan belum memiliki struktur negara. Mereka tinggal di gubuk-gubuk kayu atau rumah-rumah batu sederhana, dan ya, belum mengenal toilet seperti yang kita kenal sekarang.

Baca Juga:  Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Toilet modern dengan sistem pembilasan baru dikenal di Eropa pada abad ke-19. Bahkan di Amerika Serikat, indoor plumbing baru umum pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Sementara itu, di Persia kuno, sistem saluran air dan pembuangan limbah telah ditemukan di situs-situs arkeologi seperti di Persepolis dan kota-kota Elam. Bangsa Persia telah memiliki sistem sanitasi yang maju ribuan tahun sebelum kakek buyut Trump belajar menggunakan toilet.

Jadi ketika Trump mengancam akan “mengembalikan Iran ke zaman batu”, ia sedang mengancam untuk mengembalikan Iran ke era ketika nenek moyangnya sendiri masih hidup di gua dan belum mengenal peradaban. Ini bukan ancaman; ini adalah pujian tidak langsung terhadap ketahanan peradaban Persia.

Iran sebagai peradaban
Kekaisaran Persia telah lama runtuh. Alexander Agung membakar Persepolis. Arab datang dengan Islam. Mongol menghancurkan kota-kota. Inggris dan Rusia menjajah. Namun setiap kali, Persia bangkit kembali. Peradabannya tetap hidup, dalam bahasa, puisi, seni, dan spiritualitas. Rumi, Hafez, Sa’di, Ferdowsi,mereka adalah bukti bahwa peradaban Persia abadi.

Sementara itu, Amerika Serikat baru berusia kurang dari 250 tahun. Ia masih bayi dibandingkan dengan Persia. Trump mungkin tidak akan pernah mengerti bahwa kebesaran sebuah bangsa tidak diukur dari rudal atau kapal induk, tetapi dari kontribusinya terhadap peradaban manusia. Dan dalam ukuran itu, Persia telah menyumbangkan jauh lebih banyak daripada Amerika.

Pada akhirnya, sejarah akan mengingat Trump sebagai seorang presiden yang berbicara tanpa pengetahuan, yang menghina peradaban yang jauh lebih tua dan lebih kaya dari bangsanya sendiri. Dan Iran, seperti yang telah dilakukannya selama ribuan tahun, akan terus bertahan, akan terus membangun, akan terus mengajarkan dunia arti ketahanan sejati.[]

Baca Juga:  Perang Timur Tengah dan Tameng APBN Kita
Tags: Amerika Serikat (AS)IranIran-AmerikaNarasiopiniPerangsagoetvZaman Batu
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?
Opini

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

by Anna Rizatil
April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh
Opini

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

by SAGOE TV
April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan
Opini

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

by Anna Rizatil
April 25, 2026
Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan
Opini

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global
Opini

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

by Anna Rizatil
April 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

April 24, 2026
Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

April 25, 2026
Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026

EDITOR'S PICK

USK Gelar Skate Park Stage Vol. 2, Laboratorium Kreatif Seni Terbuka untuk Publik

USK Gelar Skate Park Stage Vol. 2, Laboratorium Kreatif Seni Terbuka untuk Publik

April 10, 2026
3 Penjabat Kepala Daerah di Aceh Resmi Berganti, Ini Pesan Pj Gubernur

3 Penjabat Kepala Daerah di Aceh Resmi Berganti, Ini Pesan Pj Gubernur

October 12, 2024
Dosen Unimal Beri Kuliah Tamu di Kazakhstan

Dosen Unimal Beri Kuliah Tamu di Kazakhstan

March 8, 2025
Jelang Puncak Haji, Ketua PPIH Aceh Minta Jemaah Tetap Disiplin, Sabar, dan Jaga Kesehatan

Jelang Puncak Haji, Ketua PPIH Aceh Minta Jemaah Tetap Disiplin, Sabar, dan Jaga Kesehatan

June 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.