• Tentang Kami
Saturday, October 24, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran

SAGOE TV by SAGOE TV
April 5, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran

Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aishaa Akma
Analis Geopolitik 

“Kita akan mengembalikan Iran ke zaman batu.” Kalimat itu keluar dari mulut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai ancaman.

Ia bermaksud menghina, merendahkan, dan menakut-nakuti bangsa Persia. Ia ingin mengatakan bahwa Iran adalah negara primitif yang pantas dihancurkan hingga ke akar-akarnya, dikembalikan ke masa sebelum peradaban.

BACA JUGA

Banda Aceh, Kota yang Bisa Dicari Orang untuk Belajar

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

Tapi seperti kebanyakan hal yang keluar dari mulut Trump, ia tidak tahu apa yang ia katakan. Ia lupa atau mungkin tidak pernah tahu bahwa di zaman batu yang ia maksud sebagai simbol kemunduran itu, Kekuasaan Persia justru berada di puncak kejayaan dunia. Sementara Amerika Serikat belum ada, dan nenek moyangnya sendiri masih hidup di gua-gua Eropa, belum mengenal api, apalagi toilet.

Ironi ini bukan sekadar permainan kata. Ini adalah fakta sejarah yang menghancurkan seluruh logika ancaman Trump. Mari kita telusuri bersama.

Apa yang dimaksud dengan “zaman batu“? Dalam arkeologi, zaman batu adalah periode prasejarah ketika manusia masih menggunakan alat-alat dari batu. Namun peradaban manusia tidak berkembang secara linier di seluruh dunia. Ketika Eropa masih diliputi hutan belantara dan penduduknya hidup berburu meramu, di dataran tinggi Iran, peradaban telah mulai tumbuh.

Peradaban Elam, yang berpusat di Susa (barat daya Iran saat ini), sudah berdiri sejak sekitar 2700 SM—lebih dari 4.700 tahun yang lalu. Mereka memiliki sistem tulisan, arsitektur monumental, dan struktur pemerintahan yang rumit. Sementara itu, di Eropa, nenek moyang orang-orang yang kelak menjadi “Amerika” masih hidup dalam suku-suku kecil, belum mengenal pertanian, dan belum membangun kota.

Jika Trump ingin “mengembalikan Iran ke zaman batu”, ia mungkin harus kembali ke periode 10.000 SM. Tapi ironisnya, pada masa itu, wilayah yang kini disebut Iran telah dihuni oleh manusia modern yang mulai mengembangkan domestikasi hewan dan pertanian awal sementara benua Amerika masih dihubungkan oleh jembatan darat Bering, tempat manusia pertama kali masuk dari Asia. Artinya, “orang Amerika” pertama justru berasal dari Asia termasuk dari wilayah Persia Raya yang bermigrasi ribuan tahun kemudian.

Puncak Kejayaan Persia: Ketika Amerika Masih Mimpi
Mari kita lompat ke masa ketika peradaban Persia mencapai puncaknya. Kekaisaran Akhemeniyah (550–330 SM) adalah kekaisaran terbesar yang pernah ada pada masanya, membentang dari India hingga Eropa. Raja Koresh Agung mengeluarkan piagam hak asasi manusia pertama yang dikenal dalam sejarah (Silinder Koresh). Bangsa Persia membangun jalan raya kerajaan, sistem pos, mata uang standar, dan administrasi provinsi yang canggih.

Pada masa itu, di seberang lautan, benua Amerika masih dihuni oleh suku-suku Paleo-Indian yang hidup berburu mammoth dan menggunakan alat-alat batu. Mereka belum mengenal roda, belum memiliki tulisan, dan belum membangun peradaban kota. Sedangkan Persia telah memiliki istana megah di Persepolis, taman-taman gantung, dan sistem irigasi yang mengagumkan.

Jika Trump mengatakan “zaman batu” sebagai simbol keterbelakangan, ia secara tidak sadar sedang menggambarkan kondisi nenek moyangnya sendiri pada saat Persia jaya. Ironi yang luar biasa.

Silsilah keluarga Trump berasal dari Jerman dan Skotlandia. Pada masa kejayaan Persia (sekitar 500 SM), wilayah Jerman dan Skotlandia masih dihuni oleh suku-suku Jermanik dan Keltik yang hidup dalam masyarakat kesukuan, belum mengenal tulisan, dan belum memiliki struktur negara. Mereka tinggal di gubuk-gubuk kayu atau rumah-rumah batu sederhana, dan ya, belum mengenal toilet seperti yang kita kenal sekarang.

Toilet modern dengan sistem pembilasan baru dikenal di Eropa pada abad ke-19. Bahkan di Amerika Serikat, indoor plumbing baru umum pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Sementara itu, di Persia kuno, sistem saluran air dan pembuangan limbah telah ditemukan di situs-situs arkeologi seperti di Persepolis dan kota-kota Elam. Bangsa Persia telah memiliki sistem sanitasi yang maju ribuan tahun sebelum kakek buyut Trump belajar menggunakan toilet.

Jadi ketika Trump mengancam akan “mengembalikan Iran ke zaman batu”, ia sedang mengancam untuk mengembalikan Iran ke era ketika nenek moyangnya sendiri masih hidup di gua dan belum mengenal peradaban. Ini bukan ancaman; ini adalah pujian tidak langsung terhadap ketahanan peradaban Persia.

Iran sebagai peradaban
Kekaisaran Persia telah lama runtuh. Alexander Agung membakar Persepolis. Arab datang dengan Islam. Mongol menghancurkan kota-kota. Inggris dan Rusia menjajah. Namun setiap kali, Persia bangkit kembali. Peradabannya tetap hidup, dalam bahasa, puisi, seni, dan spiritualitas. Rumi, Hafez, Sa’di, Ferdowsi,mereka adalah bukti bahwa peradaban Persia abadi.

Sementara itu, Amerika Serikat baru berusia kurang dari 250 tahun. Ia masih bayi dibandingkan dengan Persia. Trump mungkin tidak akan pernah mengerti bahwa kebesaran sebuah bangsa tidak diukur dari rudal atau kapal induk, tetapi dari kontribusinya terhadap peradaban manusia. Dan dalam ukuran itu, Persia telah menyumbangkan jauh lebih banyak daripada Amerika.

Pada akhirnya, sejarah akan mengingat Trump sebagai seorang presiden yang berbicara tanpa pengetahuan, yang menghina peradaban yang jauh lebih tua dan lebih kaya dari bangsanya sendiri. Dan Iran, seperti yang telah dilakukannya selama ribuan tahun, akan terus bertahan, akan terus membangun, akan terus mengajarkan dunia arti ketahanan sejati.[]

Tags: Amerika Serikat (AS)IranIran-AmerikaNarasiopiniPerangsagoetvZaman Batu
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Ari J. Palawi
Opini

Banda Aceh, Kota yang Bisa Dicari Orang untuk Belajar

by SAGOE TV
October 23, 2026
Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam
Opini

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

by SAGOE TV
October 21, 2026
Negeri Hahaha Hihihi
Opini

Negeri Hahaha Hihihi

by SAGOE TV
October 20, 2026
Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa
Opini

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

by SAGOE TV
October 19, 2026
Risnawati Ridwan
Opini

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

by Risnawati binti Ridwan
October 18, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

October 21, 2026
1,2 Ton Sabu-Sabu Cair Disita di Pidie, 11 Orang Ditangkap Termasuk 2 Warga Tiongkok

1,2 Ton Sabu-Sabu Cair Disita di Pidie, 11 Orang Ditangkap Termasuk 2 Warga Tiongkok

October 23, 2026
Dugaan Penggerebekan Pabrik Sabu-Sabu di Pidie Bikin Warga Terkejut, Polisi Masih di Lokasi

Dugaan Penggerebekan Pabrik Sabu-Sabu di Pidie Bikin Warga Terkejut, Polisi Masih di Lokasi

October 22, 2026
Muhammad Riza Nurdin Direktur Komersial PT PEMA

Muhammad Riza Nurdin Ditunjuk Jadi Direktur Komersial PT PEMA

October 20, 2026
Risnawati Ridwan

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

October 21, 2026
Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

October 19, 2026
Menag Terima Usulan Penegerian Al-Hilal Sigli, Pemkab Pidie Siapkan Rp3,4 M dan Lahan

Menag Terima Usulan Penegerian Al-Hilal Sigli, Pemkab Pidie Siapkan Rp3,4 M dan Lahan

October 21, 2026

EDITOR'S PICK

Muzakir Manaf Serahkan SK Sekjen Partai Aceh ke Aiyub Abbas di Haul ke-15 Hasan Tiro

Muzakir Manaf Serahkan SK Sekjen Partai Aceh ke Aiyub Abbas di Haul ke-15 Hasan Tiro

June 4, 2025
Kongres KMPAN XIII Tegaskan Pengawalan UUPA Sesuai MoU Helsinki dan Dorong KOMPAS III Digelar di Aceh

Kongres KMPAN XIII Tegaskan Pengawalan UUPA Sesuai MoU Helsinki dan Dorong KOMPAS III Digelar di Aceh

November 21, 2025
Kapolri Mutasi 702 Personel Jelang Hari Bhayangkara, 3 Polwan Jadi Kapolres

Kapolri Mutasi 702 Personel Jelang Hari Bhayangkara, 3 Polwan Jadi Kapolres

June 25, 2025
Timnas Indonesia U-17 Lolos Piala Dunia, Erick Thohir: Perjuangan Belum Selesai

Timnas Indonesia U-17 Lolos Piala Dunia, Erick Thohir: Perjuangan Belum Selesai

April 8, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.