• Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Refleksi Haul Abon Aziz: Sosok Istiqamah Beut Seumeubeut (1)

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Biografi
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Refleksi Haul Abon Aziz: Sosok Istiqamah Beut Seumeubeut (1)
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Tgk. Helmi Abu Bakar El-Langkawi
Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dan Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga serta Ketua PC Ansor Pidie Jaya.

Perjalanan sejarah mencatat bahwa Samalanga dikenal sebagai salah satu daerah yang menjadi benteng pertahanan rakyat Aceh dalam melawan penjajah Belanda, hingga pasukan Marsose sekalipun menciptakan mars khusus untuk menyemangati pasukannya guna melawan pejuang Aceh di Samalanga. Sampai saat ini, Samalanga masih dijuluki sebagai “Kota Santri”. Hal ini membuktikan bahwa Samalanga mendapat posisi penting dalam mencerdaskan ummat dan melawan kebodohan, khususnya di Aceh. Salah satu instansi autentik dan sangat berperan dalam melawan penjajahan di Samalanga pada masa lalu, dan menjadi pilar dalam mencerdaskan generasi bangsa adalah lahirnya lembaga pendidikan (Dayah) Ma’hadul Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya (MUDI MESRA) di desa Mideun Jôk, Kemukiman Mesjid Raya, Kecamatan Samalanga, Bireuen.

BACA JUGA

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami

Para sejarawan Aceh menyebutkan, Dayah MUDI Mesra Samalanga telah berdiri seiring dengan dibangunnya Mesjid Raya oleh Sultan Iskandar Muda Meukuta Alam yang memerintah tahun 1607-1636 M pada abad ke-16. Dalam rihlah tersebut, Sultan mendirikan sebuah masjid dan masyarakat sekitar menamakan bangunan suci itu dengan sebutan “Mesjid Raya” yang berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus untuk tempat pengajian dan kegiatan keagamaan (Dayah atau Zawiyah). Saat itu, masjid raya yang berlokasi di desa Mideun Jôk tersebut dikelola oleh Faqeh Abdul Ghani. Hingga akhirnya kawasan tersebut dinamakan dengan Kemukiman Mesjid Raya sebagaimana kita kenal saat ini (Mudi Mesra: 2010).

Sebagai institusi agama yang menjadi lembaga sentral pendidikan kala itu, Dayah Mesjid Raya terus berkembang. Menurut penuturan masyarakat sekitar, setelah Syekh Faqeh Abdul Ghani wafat, dayah Mesjid Raya dipimpin oleh banyak ulama secara estafet sehingga semua ulama yang pernah memimpin tidak tercatat dalam literasi sejarah dayah Mesjid Raya. Hingga awal abad ke-19 dibentuklah sebuah lembaga pendidikan dayah atas prakarsa beberapa ulama dari pihak Ulée Balang, yakni Muhammad Ali Basyah yang didukung oleh para tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga:  Jeumala Amal; Rumah Belajar Segalanya

Pada tahun 1927 M lembaga pendidikan Islam ini dipercayakan kepemimpinannya dibawah Teungku Haji Syihabuddin bin Idris, dengan klasifikasi santri 100 orang pelajar putra dan 50 orang pelajar putri, dibantu oleh 5 orang pengajar putra dan 2 orang pengajar putri. Wafatnya Teungku Haji Syahabuddin bn Idris pada tahun 1935, tongkat kepemimpinan diteruskan oleh keluarga beliau sekaligus adik iparnya sendiri yakni Teungku Haji Hanafiah bin Abbas atau yang lebih dikenal dengan Teungku Abi. Dibawah asuhan beliau, dayah Mesjid Raya semakin meningkat dan jumlah santri semakin bertambah. Karena merasa diri masih kekurangan ilmu, Teungku Abi memutuskan berangkat ke Mekkah Al Mukarramah untuk menambah ilmu pengetahuan, dan kepemimpinan dayah diperbantukan kepada Teungku Muhammad Shaleh selama lebih kurang dua tahun.

Singkatnya, sepeninggal Teungku Abi pada tahun 1964, dayah Mesjid Raya dipimpin oleh menantu beliau, yaitu Teungku Haji Abdul Aziz bin M. Shaleh atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abon Aziz Samalanga, atau publik Aceh mengenalnya dengan Abon Samalanga.

Biografi Abon Samalanga.
Nama lengkapnya Teungku Haji Abdul Aziz bin Muhammad Shaleh. Beliau dilahirkan pada bulan Ramadhan tahun 1351 Hijriyah/1930 Masehi di Desa Kandang, Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen (dulu masih Kabupaten Aceh Utara). Sejak kecil, beliau tumbuh dan besar di daerah Jeunieb, Bireuen. Hal ini dikarenakan ayahanda beliau kala itu menjabat Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Jeunieb. Ayahanda beliau juga salah seorang pendiri Dayah Darul ‘Atiq Jeunieb, sehingga kehidupan Abon Samalanga sangat akrab dengan dunia pendidikan Islam (dayah) dibawah asuhan orangtua beliau sendiri.

Pada tahun 1944, Abon Samalangan menyelesaikan pendidikan tingkat Sekoral Rakyat (SR), dengan menimba ilmu pengetahuan dari ayahandanya selama dua tahun hingga akhirnya pada tahun 1946 beliau pindah belajar ke Dayah MUDI Mesjid Raya, Samalanga dibawah asuhan Tgk. H. Hanafiah bin Abbas (Teungku Abi) selama lebih kurang dua tahun. Tahun 1948, beliau melanjutkan pendidikannya ke salah satu dayah di Matangkuli, Aceh Utara dibawah kepemimpinan Teungku Ben atau akrab dikenal dengan Teungku Tanjôngan. Di Matangkuli, beliau belajar pada Teungku Idris Tanjôngan hingga tahun 1949, hingga akhirnya beliau kembali lagi ke dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, dan mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar.

Baca Juga:  Bujang Salim: Jejak Pejuang Aceh Di Papua

Saat usia beliau sudah matang, Abon Samalanga menikahi seorang puteri Mideun Jôk yang juga anak guru beliau sendiri sekaligus anak pimpinan Lembaga Pendidikan Islam Dayah Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya (MUDI Mesra). Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai 4 buah hati, satu laki-laki dan tiga perempuan yaitu Almarhum Hajjah Suaibah, Hajjah  Shalihah , Almarhum Tgk H Thaillah dan Hajjah Masyitah.

Pada tahun 1951 Abon melanjutkan pendidikan ke Dayah Darussalam Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan dibawah pimpinan Abuya Syeikh Muhammad Wali Al-Khalidi (Abuya Mudawali). Di Dayah Darussalam Labuhan Haji, beliau belajar lebih kurang selama tujuh tahun. Selama belajar, beliau dikenal sangat rajin dan tekun serta memiliki takzim dan khidmat yang tinggi terhadap gurunya; Abuya Mudawali. Disamping itu, saat belajar Abon Aziz Samalanga juga membuka segala kitab yang berkenan dengan mata pelajaran yang beliau pelajari, hingga kamar beliau berserakan dengan tumpukan kitab segala bidang ilmu. Hal ini, sebagaimana diceritakan oleh Tgk. Muhammad Amin Tanjôngan (Abon Tanjôngan) yang juga murid Abon Aziz di Labuhan Haji. Setelah mendapat izin dari Abuya Mudawali, pada tahun 1958 Abon Aziz kembali ked ayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga untuk mengembangkan ilmunya. Hingga setelah wafatnya Teungku Abi, beliau dipercayakan memimpin Dayah tersebut.

Perkembangan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga.
Sejak tahun 1964, dibawah kepemimpinan Abon Aziz Dayah MUDI Mesra mengalami banyak perubahan. Terutama dalam bidang kurikulum pendidikan yang semula tidak fokus pada ilmu-ilmu alat (Ilmu Bantu) seperti; Manthiq, Ushul Fiqh, Bayan, Ma’ani, dan lain sebagainya. Keahlian Abon Aziz yang dikenal dengan gelar Al Manthiqi merupakan sosok yang sangat disiplin dan memiliki semangat mengajar yang luar biasa, bahkan dalam kondisi sakit sekalipun beliau selalu atunsias untuk mengajar murid-muridnya.

Baca Juga:  Santri dan Mahasiswa Indonesia Ikuti Program Harmony in Action di Thailand

Maka tidak heran, dalam setiap nasehatnya beliau selalu menekankan satu hal; Béut dan Seumeubéut (Belajar dan Mengajar), dalam kondisi apapun dan dimanapun. Jika tidak mampu seumeubéut (mengajar) maka jangan pernah bosan untuk béut (belajar) sekalipun sudah menjadi pimpinan pengajian dalam komunitas masyarakat. Nasehat “Béut-Seumeuéut” menjadi motivasi bagi segenap murid-murid beliau agar terus membentengi ummat dari bahaya aliran dan paham sesat-menyesatkan dan membahayakan serta menyimpang dari Manhaj Ahlusunnah Wal Jamaah, seperti paham Wahabi, Syiah, Murjiah, Mu’tazilah dan lain sebagainnya. Dalam hal ini, pada tiap kesempatan Abon Aziz selalu menyinggungnya. (Bersambung)

Tags: acehDayahMUDI MesraRefleksiSamalanga
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh
Biografi

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

by SAGOE TV
January 9, 2026
Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami
Biografi

Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami

by SAGOE TV
September 22, 2025
Kisah Inspiratif Juliana Agani Dari Guru Honorer hingga Meraih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry
Biografi

Kisah Inspiratif Juliana Agani: Dari Guru Honorer hingga Meraih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry

by SAGOE TV
September 5, 2025
Teungku Nyak Sandang Penyumbang Pesawat Pertama RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Presiden Prabowo
Biografi

Teungku Nyak Sandang Penyumbang Pesawat Pertama RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Presiden Prabowo

by SAGOE TV
August 27, 2025
Mayor Pnb Eri Nasrul, Putra Aceh Penerbang F-16 yang Bersiap Terbangkan Jet Tempur Rafale
Biografi

Mayor Pnb Eri Nasrul, Putra Aceh Penerbang F-16 yang Bersiap Terbangkan Jet Tempur Rafale

by SAGOE TV
June 30, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih, Ini Daftar Namanya

January 12, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Jurnalis asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

Jurnalis Asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

January 14, 2026
Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

January 14, 2026
Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

January 9, 2026
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

January 11, 2026
Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

January 14, 2026
Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

December 20, 2025
Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

January 12, 2026

EDITOR'S PICK

Hantu

Hantu

March 24, 2025
Kepala SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh Lulus Standardisasi Dai MUI

Kepala SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh Lulus Standardisasi Dai MUI

June 12, 2025
Zulfikar Akbar

Suara Pengajian di Pengungsian Bencana Aceh

December 28, 2025
Pelantikan Bupati Aceh Tenggara Diwarnai Walk Out Komisioner Panwaslih

Pelantikan Bupati Aceh Tenggara Diwarnai Walk Out Komisioner Panwaslih

March 15, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.